<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403</id><updated>2011-07-30T11:23:56.575-07:00</updated><category term='Nilai Pedagogis Paulo Freire Dan Masa Depan Pendidikan kita'/><category term='wacana demokrasi'/><category term='wacana'/><category term='Indonesia Tanah Airku'/><category term='Ali Bin Abi Thalib;Pendiri Mazhab Cinta'/><category term='tulisan'/><category term='BUNG HATTA dan PASAL 33 UUD 1945'/><category term='Eksistensi'/><title type='text'>Salam Budaya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-4405159150685908279</id><published>2010-01-13T08:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T08:40:14.538-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Gaji Guru Naik 30% di Venezuela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Jesus SA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Venezuela terus bergerak maju memberi pelayanan terhadap rakyatnya. Seperti, peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru. Berita yang dihimpun www.Venezuelanalysis.com tanggal 14 Mei 2009 menyatakan, pemerintah Venezuela menetetapkan 30% kenaikan gaji dan menambah tingkat pendapatan bagi sekitar setengah juta guru yang masih aktif maupun yang sudah  pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menteri Pendidikan Hector Navarro, guru-guru sekolah umum Venezuela sekarang memperoleh lebih dari 700% dari apa yang mereka telah  peroleh sepuluh tahun yang lalu, ketika Presiden Hugo Chávez pertama kali terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataan Navarro yang disiarkan oleh TV pemerintah Venezuela, Venezolana de Television, juga mengatakan, guru yang saat ini dalam kondisi semakin baik, tidak hanya dari masalah gaji tetapi juga dalam hal organisasi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, pemerintah Venezuela juga memberikan jaminan transportasi, kesehatan bagi guru-guru yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, dan juga memberikan cuti hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan radikal di atas merupakan bukti keberhasilan kepemimpinan revolusioner Chavez yang berorientasi pada kemakmuran rakyat. Kebijakan-kebijakan pro rakyat yang tengah mengumandang di Venezuela tidak terjadi, atau sulit terjadi di banyak negara yang masih menyerahkan semua proses kehidupan rakyatnya kepada mekanisme pasar, tanpa intervensi kuat dari negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kemajuan di Venezuela, Indonesia terlihat masih jauh dari capaian itu. Di Indonesia,  guru merupakan  bagian dari jajaran  pegawai yang bergaji kecil, sangat tidak memadai untuk hidup. Departemen Pendidikan Nasional mencatat jumlah total guru berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) mencapai 2,7 juta orang (dari SD – SMU). Mereka bergaji antara Rp 1.040 juta per bulan termasuk  tunjangan untuk golongan terendah, I A, dan Rp 3,4 juta per bulan untuk golongan tertinggi, IV E dengan masa kerja 32 tahun. Dengan jumlah tersebut,  seorang  kepala keluarga misalnya dengan tanggungan 2 anak, akan mustahil bisa memenuhi biaya kebutuhan dasar secara layak (rumah sederhana layak huni, makan, pakaian dan pendidikan sampai perguruan tinggi, dan dana asuransi kesehatan yang memadai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, misalnya pada jaman pemerintahan Gus Dur, guru mendapat kenaikan gaji yang signifikan. Namun kebijakan tersebut masih belum bisa mendongkrak  kesejahteraan guru. Meskipun peristiwa itu pernah menjadi fenomena terbesar dalam sejarah kesejahteraan guru. Nyatanya, tingkat kesejahteraan guru  masih tetap memprihatinkan. Kenaikan gaji di atas laju inflasi tahun 2008, yang mencapai 11,2 %, yang diharapkan bisa menyesuaikan dengan inflasi, ternyata tidak begitu memberi makna apa-apa bagi kesejahteraan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat jumlah guru PNS cukup besar dalam komposisi PNS, seharusnya bisa mendorong komitmen pemerintah Indonesia untuk segera memperbaiki tingkat kesejahteraan guru. Namun kebijakan pemerintah Indonesia dalam sektor pendidikan sama sekali belum menjawab persoalan yang secara faktual tetap muncul sepanjang sejarah pendidikan Indonesia—besaran  gaji guru tetap tak memadai jika dilihat dari  kenaikan harga kebutuhan pokok dan inflasi serta besarnya tanggung jawab pendidikan (menjaga mutu dan prefesionalisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Chaves dalam sektor pendidikan memberikan makna bahwa pemerintah Venezuela dengan program-program sosialisnya bersungguh-sungguh mensejahterakan rakyatnya salah satunya melalui kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan. Pada saat krisis finansial,  konsentrasi negara justru  lebih pada pembangunan kapasitas bangsa, bukan pada pembukaan industri berbasis investasi besar yang akan menguntungkan para investor atau pemodal pada skala besar, seperti yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus SA adalah  aktivis Hands off Venezuela Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-4405159150685908279?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/4405159150685908279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=4405159150685908279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/4405159150685908279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/4405159150685908279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2010/01/gaji-guru-naik-30-di-venezuela-oleh.html' title=''/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-9004468807245067449</id><published>2010-01-13T08:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T08:34:29.443-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wacana'/><title type='text'>വെനെഴുഎല ദാന്‍ perubahan</title><content type='html'>Chavez: Pabrik-pabrik harus menjadi “sekolah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ady&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang bertema “transformasi sosialis” pada tanggal 21 Mei 2009 yang berlangsung di komplek industri CVG Ferrominera, Puerto Ordaz, Kota Guayana, Venezuela, Chavez mengumumkan beberapa pabrik yang baru saja dinasionalisasi, yaitu lima pabrik besi dan baja yang terdiri dari Pabrik besi dan baja Orinoco, Venezolana de Prerreducidos of Caroní (VENPRECAR), Materiales Siderúrgicos (MATESI), Complejo Siderúrgico de Guayana (COMSIGUA), Tubos de Acero de Venezuela (TAVSA) dan Pabrik Keramik Caraobo. Kelima pabrik besi dan baja serta satu pabrik keramik yang dinasionalisasi itu merupakan bagian dari langkah Chavez untuk membangun sosialisme Venezuela yang berbasiskan kekuatan massa rakyat pekerja. Chavez juga menjelaskan persetujuan perundingan secara kolektif dari CVG Ferrominera dan berencana untuk membuat komplek pabrik industri besi baja dimana pabrik-pabrik yang tergabung dalam komplek itu harus berada dibawah kontrol buruh. “Mari kita mulai proses nasionalisasi untuk membangun komplek industrial ini”, kata Chavez. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu dihadiri sekitar 400 buruh, 200 orang diantaranya berasal dari buruh sektor industri alumunium dan 200 orang lainnya berasal dari sektor industri besi dan baja. Chavez, sebagai presiden Venezuela, dalam pertemuan itu ia didampingi oleh beberapa menterinya yaitu Jorge Giordani, Rodolfo Sanz, Rafael Ramírez, dan Alí Rodríguez Araque serta Gubernur Guayana, Francisco Rangel Gómez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk seluruh massa rakyat di Venezuela, khususnya mereka yang hadir dalam pertemuan itu, Chavez menegaskan bahwa perlunya menggiatkan pendidikan politik bagi buruh, ia mengatakan saat ini “setiap pabrik harus menjadi sekolah, seperti yang dikatakan Che, bahwa untuk membangun tidak hanya membutuhkan briket, besi, baja dan alumunium, namun juga, diatas semuanya, pemuda dan pemudi baru, sebuah masyarakat baru, sebuah masyarakat sosialis”. Chavez juga menegaskan kembali idenya untuk membuat sekolah-sekolah politik, seperti sekolah poltik yang ada di CVG Alcasa, dimana pengelolaannya berada di bawah kontrol pekerja dan diketuai oleh Carloz Lanz. “Saya pikir akan sangat bermanfaat jika segera dibuka Sekolah bagi buruh di Guayana, sebuah Sekolah pendidikan politik bagi buruh; dengan itu maka kita dapat memulai untuk menganalisa berbagai macam persoalan, baik mengenai sosialisme dan dunia, politik, budaya, masyarakat dan ekonomi”. Dengan sekolah-sekolah politik itu diharapkan kesadaran buruh akan meningkat. Sehingga buruh tidak hanya sekedar tahu tentang sosialisme, tapi juga paham, dan mengerti bagaimana mewujudkannya. Karena proyek besar pembangunan transisional menuju sosialisme yang terjadi di Venezuela membutuhkan partisipasi dengan penuh kesadaran massa rakyat pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Chavez, Guayana merupakan salah satu kota penting dalam membangun sosialisme di Venezuela , di kota ini program-program sosialisme sedang dijalankan. Dan diharapkan Guayana dapat menjadi kota percontohan bagi kota-kota lainnya di Venezuela bahkan di seluruh dunia. Dengan penuh optimis Chavez mengatakan “Saya yakin bahwa Guayana dan pergerakan di Guayana…akan menjadi platform sosialisme yang besar, dalam membangun sosialisme, kelas pekerja menjadi garda terdepan, kelas pekerja sebagai pelaku utama. Dan Guayana, akan menjadi – disinilah saya melihat – sebuah sekolah Sosialis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez juga mengatakan bahwa pembangunan dan perencanaan proses Revolusi Venezuela ini membutuhkan partisipasi sadar dari kelas pekerja. Pidato yang dia berikan merupakan satu langkah maju, tetapi ini harus dipenuhi dan dijalankan melalui aksi-aksi konkrit oleh pekerja sendiri. Kita telah melihat berkali-kali bagaimana rencana-rencana yang telah dipaparkan oleh Chavez terkubur dan diabaikan oleh birokrasi-birokrasi pemerintah yang notabene masih merupakan warisan dari pemerintahan korup yang lama sebelum Chavez. Untuk berangkat dari pidato ke aksi, kelas pekerja Guayana dan segenap kelas pekerja Venezuela harus mengambil tanggung jawab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas pekerja harus mengambil sebuah langkah tegas dan aksi yang konkrit. Komite-komite pabrik harus dipilih secara demokratis dan dapat dipanggil kembali (recall) setiap saat supaya kontrol buruh yang sejati dapat terbentuk. Manajemen dan pembukuan perusahaan harus dikontrol oleh pekerja sendiri supaya surplus-surplus produksi tidak lari ke kantong para birokrat. Kelas pekerja Venezuela harus memiliki manejemen kolektif di dalam setiap divisi dan departemen industri, yang mengontrol semua aspek produksi, termasuk pemasaran dan penjualan, guna membentuk kontrol buruh yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir acara pertemuan itu Chavez menegaskan kembali bahwa revolusi Bolivarian yang sedang dijalankan di Venezuela ini memainkan peran yang sangat besar bagi perkembangan massa rakyat pekerja di seluruh dunia. Seluruh kelas pekerja dunia saat ini melihat dan berharap bahwa proses revolusi sosialisme yang berlangsung di Venezuela dapat mewujudkan terbentuknya Negara buruh sejati. Dengan penuh suka cita di akhir kalimat penutupnya Chavez berucap “Hidup kelas pekerja! Hidup kebebasan di Guayana! Hidup buruh! Hidup Negara sosialis! Patria, Socialismo o Muerte! Venceremos!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 29 Mei 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-9004468807245067449?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/9004468807245067449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=9004468807245067449&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/9004468807245067449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/9004468807245067449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2010/01/chavez-pabrik-pabrik-harus-menjadi.html' title='വെനെഴുഎല ദാന്‍ perubahan'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-4079096290252953013</id><published>2010-01-13T08:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T08:07:44.964-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Venezuela: Satu tahun setelah nasionalisasi SIDOR–Perjuangan untuk kontrol buruh berlanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by Hov Indonesia on 7/27/09 • Categorized as News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Patrick Larsen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 23 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun yang lalu Pabrik SIDOR dinasionalisasi. Sejak saat itu telah  terjadi pertarungan berkelanjutan antara para pekerja yang ingin mengimplementasikan kontrol buruh yang sejati dan elemen-elemen yang sedang melakukan segala cara yang memungkinkan untuk menggagalkan pembentukan  “perusahaan sosialis” ini. Ini merupakan bagian dari perjuangan umum antara revolusi dan reformisme dalam gerakan buruh Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sidor_demo2_300x225Lebih dari satu tahun telah berlalu sejak wakil presiden Venezuela Ramón Carrizales mengumumkan keputusan Chavez untuk menasionalisasi SIDOR, sebuah pabrik baja raksasa yang berlokasi di dekat Ciudad Guayana di bagian timur Venezuela, yang mempekerjakan sekitar 15.000 pekerja. Keputusan untuk menasionalisasi SIDOR yang diproklamirkan pada tanggal 8 April tahun lalu merupakan sebuah kemenangan bersejarah bagi para pekerja di pabrik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik SIDOR dibangun pada tahun 1958 dan menjadi perusahaan milik negara hingga tahun 1997, ketika mantan Presiden Rafael Caldera memutuskan untuk memprivatisasinya. Privatisasi pabrik SIDOR ini dilakukan oleh Teodoro Petkoff, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja. Sekarang Petkoff terkenal karena sikap oposisi kerasnya terhadap Chavez, dan dia adalah editor koran sayap kanan Tal Cual. Pada tahun 1997, pada saat privatisasi SIDOR, Petkoff menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan milik negara sangatlah “tidak efisien” dan lebih baik diserahkan secara gratis daripada mempertahankannya sebagai milik negara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Privatisasi memiliki dampak yang sangat buruk bagi para pekerja. Segera sesudah perusahaan multinasional Argentina, Techint, menguasai SIDOR, mereka mulai menyerang kondisi kerja para buruh. Dari sekitar 18.000 pekerja kontrak pada 1997, angka tersebut berkurang menjadi 4.500, dan mereka mempekerjakan buruh sub-kontrak dengan jumlah yang besar. Tentu ini mempengaruhi kehidupan ribuan keluarga kelas pekerja dimana pendapatan utama mereka menurun atau mereka dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIDOR merupakan salah satu benteng tradisional dari gerakan buruh Venezuela dan telah melalui berbagai macam perjuangan buruh yang historis, protes-protes, dan pemogokan-pemogokan. Dari tahun 1997 hingga 2008, para pekerja hidup melewati apa yang mereka gambarkan sebagai “mimpi buruk”, dimana sebuah perusahaan kapitalis multinasional mencoba memeras laba maksimum dari para pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sidor_respressionTidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa nasionalisasi terjadi hanya karena perjuangan heroik dan kebulatan tekad dari para pekerja SIDOR yang terus berjuang meskipun ada boikot dari semua media, ada perlawanan keras dari José Ramon Rivero (yang saat itu menjabat Menteri Tenaga Kerja hingga akhir April 2008), ada sabotase dari banyak birokrat dalam aparatus negara dan juga pengkhianatan dari beberapa pemimpin serikat buruh SIDOR, Sutiss. Gerakan dari para buruh mendobrak semua hambatan tersebut, termasuk represi dari Tentara Nasional yang membubarkan dengan paksa demonstrasi buruh SIDOR pada saat itu dan melukai serta menangkap beberapa pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kebulatan tekad dan semangat baja dari para pekerja, gol strategis yang pertama telah tercapai: bahwa SIDOR, sekali lagi, menjadi milik negara. Hal ini menunjukkan bagaimana perjuangan kaum pekerja dapat menunjukkan jalan ke sosialisme dan bahkan mendorong Chavez untuk mengambil tindakan tegas melawan kapitalisme. Ini merupakan sebuah contoh yang harus ditiru dan mengandung pelajaran yang sangat berarti bagi seluruh kelas pekerja Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruh tetap berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun nasionalisasi merupakan sebuah langkah yang sangat besar, dengan sendirinya ini tidak memecahkan berbagai masalah di SIDOR. Satu tahun setelah nasionalisasi kita melihat banyak problem-problem akut yang masih belum terselesaikan. Ini menyangkut persoalan seperti situasi ribuan buruh sub-kontrak, kondisi kesehatan dan keselamatan di pabrik (ada banyak kecelakaan yang mengakibatkan kematian pekerja akhir-akhir ini) dan berbagai kasus mismanajemen dan bahkan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;venezuela-marxists-intervene-at-gates-of-sidor-1Nasionalisasi telah menempatkan para pekerja di posisi yang lebih baik untuk memecahkan berbagai masalah, tetapi para pekerja belum memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi dan mereka tidak akan bisa menyelesaikannya hanya melalui nasionalisasi. Satu tahun setelah nasionalisasi kita melihat bahwa para pekerja SIDOR sedang berjuang untuk memanfaatkan peluang-peluang organisasi politik dari nasionalisasi dan sedang berjuang untuk mengimplementasikan kontrol buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang skeptis mengklaim bahwa mustahil untuk membangun sebuah perusahaan sosialis di SIDOR karena “rendahnya tingkat kesadaran para pekerja”. Tetapi jika kita melihat sejenak pada kejadian-kejadian baru-baru ini, kita tahu bahwa ini merupakan pandangan yang sepenuhnya keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan, gerakan para buruh yang sangat luar biasa-lah yang mendorong nasionalisasi SIDOR. Terlebih lagi, segera setelah nasionalisasi, para pekerja-lah yang menjaga berbagai instalasi dan mencegah perusahaan multinasional Techint mencuri mesin-mesin, komputer-komputer dan dokumen-dokumen milik perusahaan untuk mensabotase nasionalisasi. Dengan insting kelas dan sikap revolusioner yang jelas, para pekerja meminta pemerintah untuk segera mengirim sebuah komisi ke perusahaan untuk memulai proses penyerahan manajemen, dan sementara itu mereka akan menjaga mesin-mesin, bahan-bahan baku, dan informasi administratif yang diperlukan untuk jalannya perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari semangat baja para pekerja untuk tetap berjuang adalah dibukanya UBT (Universitas Buruh Bolivarian) untuk pertama kalinya di SIDOR pada bulan April 2009. Universitas ini, yang diorganisasi oleh FRTS (Front Revolusioner Buruh Besi), memberikan pendidikan gratis kepada kaum pekerja dan juga memberikan kelas-kelas politik serta ideologi. Lebih dari 1.300 pekerja terdaftar sebagai mahasiswa di UBT. Ini mencerminkan minat yang besar terhadap ide-ide sosialis dan juga hasrat dari para pekerja untuk memperoleh pengetahuan teknis untuk menjalankan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan manajer dan peran dewan buruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman di atas, kita harus menyebutkan satu pengalaman terbaru dari para pekerja di “Departamento de mantenimiento de Crudas”. Pada bulan Agustus tahun lalu para pekerja di departemen ini mengorganisasi sebuah oposisi terhadap penunjukan seorang individu, yang dari dulu sudah terkait erat dengan perusahaan multinasional Argentina, sebagai manajer dari departemen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja mengadakan suatu pertemuan umum dan memutuskan untuk menyelenggarakan pemilihan di kalangan pekerja untuk menempati posisi tersebut. Dalam keputusan ini mereka mendapatkan dukungan dari SUTISS, serikat buruh di SIDOR. Sementara individu yang terkait dengan Techint hanya menerima 30 suara, César Olarte, seorang Sosialis yang dikenal luas dan anggota dari FRTS, menang dengan lebih dari 80 suara. Pada akhirnya perusahaan menerima keputusan dari para pekerja. Proses yang sama juga terjadi di departemen-departemen lainnya. Pengalaman ini sangat penting karena ini menunjukkan cara untuk mengimplementasikan kontrol buruh secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya kepada para pekerja Guayana pada tanggal 21 Maret (lihat Venezuela: Five iron and steel plants and the Carabobo Ceramics nationalised) Presiden Chavez menegaskan bahwa kaum pekerja harus memilih para manajer.  Kasus di atas membuktikan bahwa hal ini sangatlah mungkin. Pemilihan dari bawah terhadap keseluruhan manajer – dengan hak recall – pada kenyataannya merupakan cara terbaik untuk menjamin bahwa para manajer ini adalah kamerad-kamerad dengan sikap revolusioner sejati dan memiliki dedikasi yang teruji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam kasus PDVSA pada saat lockout tahun 2002, semua kondisi ada untuk pengembangan kontrol buruh di SIDOR. Serikat buruh harus segera menyerukan pertemuan massa untuk memilih sebuah Komite Pabrik dengan memilih delegasi-deledasi dari tiap-tiap tempat kerja dan departemen dalam perusahaan tersebut, dan komite ini akan memantau dan mengawasi seluruh kegiatan perusahaan dan mengawasi para manajer serta para insinyur. Komite ini harus memasukkan para pekerja sub-kontrak dalam satu tubuh, sebagai langkah pertama menuju persatuan buruh SIDOR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, sangat penting sekali bagi para pekerja untuk memiliki pengetahuan tentang keuangan perusahaan. Pembukuan perusahaan harus dibuka untuk pemeriksaan dari perwakilan pekerja yang telah ditunjuk. Perencanaan produksi yang demokratik hanya mungkin jika pekerja mengetahui situasi ekonomi perusahaan. Dengan begitu, para pekerja dapat menyusun suatu rencana produksi yang akan menguntungkan kaum pekerja dan masyarakat Venezuela secara keseluruhan dan juga memutuskan secara demokratis mana bagian dari produksi yang harus diekspor dan mana bagian yang akan digunakan untuk pengembangan industri Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gerakan serikat buruh Venezuela ada perdebatan yang sedang terjadi mengenai hubungan antara dewan buruh dan serikat buruh. Dalam diskusi ini, satu sektor bersikeras mempertahankan serikat buruh sedangkan sektor yang lain mendukung dewan buruh. Akan tetapi, dewan buruh bukanlah sebuah organ yang berlawanan dengan serikat buruh. Serikat buruh masih memiliki sebuah peran umum sebagai platform sentral dari perjuangan untuk tuntutan-tuntutan buruh dan kepentingan-kepentingan dasar kelas buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gagasan yang mengatakan bahwa dewan buruh harus menjadi kompetitor dan lawan bagi serikat buruh merupakan gagasan yang reaksioner. Ini adalah gagasan yang terutama sekali dikedepankan oleh sebuah kelompok di dalam gerakan buruh yang berada di sekitar Jose Ramon Rivero, mantan menteri tenaga kerja. Tetapi daripada mempertentangkan dewan buruh dengan serikat buruh, apa yang benar-benar diperlukan adalah sebuah kampanye yang penuh energi untuk mendorong kontrol buruh, dengan menjelaskan bahwa kontrol buruh adalah satu-satunya cara untuk memecahkan masalah-masalah di pabrik; tenaga kerja sub-kontrak, kecelakaan kerja dan tuntutan-tuntutan harian lainnya. Kampanye yang seperti itu harus diarahkan ke anggota-anggota serikat buruh SUTISS dan para buruh yang bekerja di perusahaan-perusahaan sub-kontrak untuk meyakinkan mereka tentang perlunya langkah ini dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabotase terencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;presidencia_de_la_republica_del_ecuador-sidor-2Peristiwa baru-baru ini di SIDOR membuktikan bahwa implementasi kontrol buruh bukan hanya merupakan “sebuah gagasan yang baik” tetapi sangat diperlukan. Sudah ada beberapa kasus sabotase yang bertujuan untuk menghentikan produksi atau memperlambatnya. Pada hari Minggu, tanggal 7 Juni, tiba-tiba terjadi kebakaran di Midrex II, salah satu tempat pengelolaan besi di SIDOR. Dalam sebuah artikel di surat kabar daerah, Nueva Prensa, pada tanggal 10 Juni, Alianza Sindical – salah satu fraksi serikat buruh sayap kiri di SIDOR – menyatakan bahwa kebakaran ini merupakan aksi sabotase yang disengaja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Luis Jimenez, presiden Dewan Pengawas Departemen Sutiss dan anggota dari gerakan serikat buruh yang tersebut di atas, menjelaskan bahwa ada bukti kuat bahwa api telah disulut oleh orang-orang yang paham mengenai proses produksi pabrik tersebut, karena kecermatan dalam memotong kabel listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia menambahkan bahwa terdapat banyak implikasi yang mengalir dari kecelakaan di Midrex II terhadap produksi, karena pabrik tersebut merupakan elemen kunci dalam rantai produksi di Sidor yang menyediakan 70% bahan baku untuk menyuplai briket dan peleburan pelat . ‘Yang melakukan ini mengetahui Sidor dengan sangat baik dan ingin menciptakan problem-problem operasional yang masif di pabrik baja ini.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jimenez mengutuk kalangan manajer dan para pekerja sayap kanan, yang ingin menciptakan sebuah citra negatif terhadap pabrik Sosialis Sidor dan terhadap nasionalisasi Siderurgica del Orinoco (Sidor). ‘Mereka ingin menggunakan aksi-aksi ini untuk menciptakan konflik di dalam perusahaan, tetapi kita tidak akan tinggal diam. Para pekerja akan tetap waspada terhadap usaha-usaha lain yang bertujuan mengancam produksi dan meruntuhkan proses sejarah yang sedang kita jalani di Sidor’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah kasus sabotase yang pertama dan tentunya juga bukan yang terakhir. Mayoritas besar para manajer di SIDOR masih tetap orang-orang yang telah ditunjuk oleh perusahaan multinasional Argentina. Mayoritas dari para manajer ini menandatangani surat pernyataan yang menuntut pemecatan Chavez pada tahun 2004 dan juga menandatangani surat pernyataan menentang nasionalisasi SIDOR pada tahun 2007. Seperti yang dijelaskan oleh Luis Jiménez, para manajer ini berusaha keras menyabotase produksi karena mereka ingin mendiskreditkan gagasan “perusahaan Sosialis” dan berusaha menunjukkan bahwa nasionalisasi merupakan keputusan yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membangun perusahaan Sosialis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika presiden Chavez mengunjungi SIDOR pada tanggal 12 Mei 2008 lalu, dia memberikan sebuah mandat yang jelas untuk membangun apa yang dia sebut sebagai “perusahaan Sosialis”. Dia mengatakan bahwa ada dua target utama: mempertahankan sebuah perusahaan yang efisien dan menciptakan kondisi yang lebih “manusiawi” bagi para pekerja. Tetapi setelah satu tahun nasionalisasi kita melihat bahwa hal ini mustahil untuk dicapai jika struktur dasar kapitalis tetap utuh. Tanpa kontrol dan manajemen buruh mustahil untuk membangun sebuah perusahaan Sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks sabotase dan divisi kelas yang tajam di pabrik, kontrol buruh tidak hanya akan menjadi sesuatu yang baik. Hal ini sangat diperlukan. Masalah kontrol buruh sangatlah konkrit: Apakah mungkin menempatkan kepercayaan kita pada para manajer yang sama yang memimpin perusahaan selama periode dimana pabrik dijalankan oleh perusahaan multinasional Argentina? Dapatkah kita mempercayai orang-orang yang kemarin menandatangani surat seruan untuk memecat Chavez dan mengakhiri revolusi? Dapatkah kita membiarkan orang-orang yang tidak memiliki kontak langsung dengan para pekerja menjalankan pabrik kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;opening_cmr_congress09pinaJawaban yang jelas adalah TIDAK. Jika elemen-elemen kontra-revolusioner dan birokratik ini dibiarkan begitu saja, mereka akan mendorong pabrik ini ke jalan menuju jurang. Para pekerja SIDOR akan berjuang laksana harimau untuk mencegah hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya pada tanggal 21 Mei 2009, Chavez mengatakan bahwa dia mendukung kontrol buruh dan bahkan juga mendukung pemilihan para manajer oleh pekerja. Dia juga memberikan dorongan baru untuk perjuangan kelas di Guayana dengan nasionalisasi perusahaan briket yang secara langsung terkait dengan SIDOR, Orinoco Iron, Matessi dan Tassa. Para pekerja di pabrik-pabrik ini telah mengambil langkah-langkah konkrit dengan mengorganisasi diri mereka sendiri dan tengah mendorong implementasi kontrol buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CMR (Corriente Marxista Revolucionaria, seksi Venezuela dari IMT) – yang menyelenggarakan kongres dengan sukses pada bulan Mei di SIDOR – sedang membangun kekuatannya di SIDOR dan beberapa pabrik lainnya di Guayana. Hanya dengan sebuah tendensi Marxis yang kuat, yang berakar kuat di pabrik-pabrik yang paling penting, para pekerja bisa menang melawan para manajer korup dan menciptakan sebuah administrasi buruh yang sejati dalam perekonomian secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Syaiful dari “Venezuela: One year after the nationalization of SIDOR – Struggle for workers’ control continues”, Patrick Larsen, 23 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-4079096290252953013?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/4079096290252953013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=4079096290252953013&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/4079096290252953013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/4079096290252953013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2010/01/venezuela-satu-tahun-setelah.html' title=''/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-832829213146423062</id><published>2009-08-09T07:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T08:00:11.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wacana demokrasi'/><title type='text'>Ejakulasi dini opini publik dan hilangnya pesona demokrasi</title><content type='html'>“Tidak pernah seorang pun yang berkuasa di atas bumi ini mendasarkan kekuasaannya secara murni di atas sesuatu selain di atas opini publik”, demikian dikatakan Jose Ortega y Gasset dalam The Revolt of the Masses (judul asli La Rebelion de las Masas) yang ditulisnya pada tahun 1930 dalam bahasa Spanyol. Lanjut Ortega: “Dalam fisikanya Newton gravitasi adalah kekuatan yang melahirkan gerak. Dan dalam sejarah perpolitikan, hukum opini publik itu adalah hukum gravitasi universal”.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira 14 tahun sebelum Ortega menulis The Revolt of the Masses , Presiden Amerika Serikat Wodrow Wilson membentuk Creel Commission, sebuah komisi propaganda resmi pemerintah. Saat itu Perang Dunia I sedang berkecamuk di Eropa dan rakyat AS saat itu merasa tidak perlu terlibat dalam “Perang Eropa” itu dan cenderung menjadi anti-perang. Kenyataan yang terjadi adalah, setelah Creel Commission itu bekerja selama 6 bulan mereka berhasil mengubah populasi anti-perang (rakyat AS waktu itu) menjadi massa yang histeris dan haus perang yang bernafsu untuk menghancurkan semua yang berbau Jerman.[2]&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Vox Populi, Vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, demikian adagium ini sering dikumandangkan ketika orang bicara demokrasi. Tetapi bagi Joseph Schumpeter dan Robert Dahl, demokrasi bukan-lah demos-kratos, rakyat berdaulat. Demokrasi adalah prosedur untuk memilih (atau tidak memilih lagi) calon-calon yang akan duduk menjalankan pemerintahan. Inilah demokrasi prosedural atau yang dinamakan oleh Robert Dahl sebagai poliarki. Demokrasi Poliarki inilah yang menjadi agenda utama kebijakan luar negeri AS seiring dengan semakin merebaknya paham ekonomi neoliberalisme. William I. Robinson menyebut proyek demokrasi ini sebagai Promosi Demokrasi (Promoting Democracy). William I. Robinson juga memaknai Poliarki sebagai berikut: ”When transnational elites talk about ”democracy promotion”, what they really mean is the promotion of polyarchy….the term to refer to a system in which a small group actually rules, and mass participation in decision making a confined to choosing leaders in elections that are carefully managed by competing elites. This of course, is the the system in place in the United States”.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai hal di atas maka dapat dilihat bahwa sebenarnya tiga pemilihan umum yang terselenggara selama era reformasi ini pada dasarnya adalah periode transisi bagi diterapkannya demokrasi poliarki di Indonesia. Karena gravitasi perpolitikan itu adalah opini publik seperti yang diunkapkan oleh Jose Ortega y Gasset seperti dikutip di atas maka tetap saja hal terkait dengan manajemen opini publik ini tetap dalam posisi sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Output akhir dari desain besar ini adalah kekuasaan tetap di tangan elit, yang dalam hal ini adalah elit yang siap sedia bekerja sama dengan kepentingan-kepentingan global, terlebih dengan Amerika dan sekutu-sekutunya, terlebih adalah perusahaan-perusahaan transnasional, big business. Bekerja sama di sini harus dipandang sebagai ada pihak yang melayani dan yang dilayani, bukan dalam arti kerjasama yang setara sebagai sama-sama bangsa merdeka. Artinya adalah peta geopolitik internasional itu adalah tetap tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Orde Baru opini publik dibuat gugur sebelum dilahirkan dengan adanya represi yang sistematis. Dengan isu demokrasi sekarang ini, represi untuk mengendalikan kekuatan opini publik sudah tidak bisa digunakan lagi. Lalu dengan apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah mengapa dalam awal tulisan ini Creel Commission disebut, yaitu sebagai ilustrasi dari lahirnya apa yang disebut sekarang sebagai konsultan-konsulan politik di Indonesia ini. Salah satu kegiatan dari konsultan politik itu adalah melakukan survei-survei politik, terlebih terkait dengan akan diadakannya pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi ketika hasil survei politik dipublikasikan? Salah satu yang dibidik adalah mekanisme ”gerombolan”, ”anut-grubyuk” dari massa / rakyat atau yang sering disebut sebagai bandwagon effect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diamati lebih jauh dengan prinsip seperti yang diungkapkan oleh Jose Ortega y Gasset di atas, maka bandwagon effect ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai efek sekunder saja. Apa efek primer-nya? Yang utama adalah apa yang disebut sebagai opini publik itu telah mengalami ejakulasi dini! Artinya adalah ketika publik yang sebenarnya adalah terdiri dari individu-individu kongkret itu mempunyai suatu pendapat, suatu opini tertentu, pada hakekatnya itu adalah suatu resultante dari pendapat-pendapat pribadi yang dikomunikasikan, yang didiskusikan, yang diobrolkan secara horisontal oleh individu-individu yang ada menyusun masyarakat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini publik adalah merupakan konstruksi, merupakan eksternalisasi dari denyut individu-individu yang saling berinteraksi dalam suatu masyarakat. Tetapi sebelum proses eksternalisasi itu menghasilkan obyektivikasi bersama, petugas survei telah mendatangi individu-individu untuk ditanyai, untuk disurvei, yang jawabannya adalah rahasia, individu lain tidak boleh tahu dan itu dijamin oleh petugas survei terkait dengan jawaban yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hasilnya dipublikasikan sebagai opini publik. Itulah yang terjadi, ketika make love dalam kerangka perjalanan orgasme publik, tiba-tiba ketika rakyat sedang asyik fore-play, katakanlah seorang Deny JA datang dan memaksa untuk segera di-ejakulasi-kan tanpa berlama-lama menikmati proses fore-play. Akhirnya, opini publik yang ada sebagai hasil survei itu adalah opini publik tanpa orgasmus, opini publik yang mana rakyat tidak mampu mendorongnya sebagai kekuatan dengan daya desak. Inilah efek primer dari survei politik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei atau konsultan-konsultan politik itu, bukan bandwagon effect seperti yang diyakini selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak jauh dari apa yang sudah dikatakan oleh Noam Chomsky, ”…selama publik terus dibatasi, dialihkan perhatiannya, dan tidak punya akses untuk berorganisasi atau menyatakan sentimennya, atau bahkan untuk mengetahui kalau orang lain juga menyimpan sentimen yang sama, keadaan tidak akan berubah”.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam kata lain, survei-survei politik itu ketika dia dipublikasikan masuk ke ruang publik maka sangat besar kemungkinannya dia sedang melakukan kudeta terhadap bangun opini publik yang sedang dalam proses terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng utama pertahanan terhadap penyelenggaraan survei-survei ini adalah ke-ilmiah-annya. Apa bedanya dengan era Soeharto dengan kediktaktoran fisiknya? Beda tetapi sama dalam sifat kediktaktorannya, yaitu sekarang perlahan hal yang ilmiah itu semakin nampak berperilaku sebagai layaknya seorang diktator. Semua harus tunduk dan menerima ketika klaim ilmiah diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tulisan menarik di Kompas, Jum’at 31 Juli 2009 tentang pemakaian pakaian renang yang didesain dan dibuat dengan teknologi canggih. Ketika Speedo meluncurkan pakaian renang LZR pada bulan Februari  2008, pakaian yang meniru struktur mikro dari kulit ikan hiu itu dapat memangkas waktu tempuh lomba 1,9 sampai 2,2 persen. Sejak diluncurkan hingga 14 Agustus 2008, 62 rekor dunia dipecahkan pemenang pemakai LZR. Total ada 105 rekor dunia yang pecah sepanjang 2008 dan sebanyak 79 rekor dunia diantaranya dipecahkan atlet pemakai LZR. Produsen pakaian renang lain tak mau kalah. Jaked dan Arena, misalnya, tidak mau kalah dari Speedo. Mereka membuat produk lebih canggih berbahan 100 persen polyurethane. Hasilnya, rekor dunia terus bertumbangan.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung tulisan, Kompas memberikan catatan menarik, ”….lewat jorjoran teknologi atau jorjoran anggaran membuat olahraga seperti kehilangan relevansinya. Kehilangan pesonanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga pemilihan umum 2009 ini. Di luar carut marut penyelenggaraan pemilihan umum, hadirnya klaim-klaim yang serba ilmiah dalam survei-survei politik maupun quick count ternyata tidak bisa menghentikan naiknya angka golput pada pemilihan umum 2009 ini. Demokrasi seakan semakin kehilangan pesonanya di mata rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di satu pihak, demokrasi yang seperti ini justru menjadi semakin mempesona bagi segelintir orang, bagi kaum oligarki, pemburu rente serta kepentingan-kepentingan kapitalis internasional dan para kompradornya. Mengapa? Sekali lagi mereka dapat melanggengkan kerakusannya, melanggengkan gerak pengerukan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan mereka dan komplotannya sendiri. Tanpa pernah sekalipun terserang ejakulasi dini. Selalu orgasmus.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Greg, KNPK, 31 Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Jose Ortega y Gasset, Pemberontakan Massa, Bodhidarma Pustaka, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Noam Chomsky, Politik Kuasa Media, PINUS Book, 2006, cet-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] William I. Robinson, Promotion Polyarchy in Latin America: The Oxymoron of “Market Democracy”, in Eric Hersberg &amp; Fred Rosen, Latin America After Neo-Liberalisme, New York; The New Press, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Noam Chomsky, Politik Kuasa Media, PINUS Book, 2006, cet-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Gugatan Besar Dari Kolam Renang, Kompas, 31 Juli 2009, hal 33&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-832829213146423062?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/832829213146423062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=832829213146423062&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/832829213146423062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/832829213146423062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2009/08/ejakulasi-dini-opini-publik-dan.html' title='Ejakulasi dini opini publik dan hilangnya pesona demokrasi'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-6902348744481918093</id><published>2008-07-16T21:31:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T21:34:06.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUNG HATTA dan PASAL 33 UUD 1945'/><title type='text'>BUNG HATTA dan PASAL 33 UUD 1945</title><content type='html'>Bonnie Setiawan&lt;br /&gt;Institute for Global Justice (IGJ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan Pembukaan UUD 1945&lt;br /&gt;Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan&lt;br /&gt;Segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia harus dilindungi&lt;br /&gt;Kesejahteraan umum harus dimajukan&lt;br /&gt;Kehidupan bangsa harus dicerdaskan&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia harus ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab XIV Kesejahteraan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan&lt;br /&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara&lt;br /&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Pasal 33 UUD 45&lt;br /&gt;Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-seorang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.&lt;br /&gt;Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang.&lt;br /&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab XIV Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial&lt;br /&gt;Pasal 33 (Amandemen ke-4 tahun 2002)&lt;br /&gt;Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan&lt;br /&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat&lt;br /&gt;Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional&lt;br /&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab XIV Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial&lt;br /&gt;Pasal 34 (Amandemen ke-4 tahun 2002)&lt;br /&gt;Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara&lt;br /&gt;Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan&lt;br /&gt;Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak&lt;br /&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Pasal 33 menurut BPUPKI&lt;br /&gt;Panitia Keuangan dan Perekonomian bentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Mohammad Hatta merumuskan pengertian dikuasai oleh negara sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Pemerintah harus menjadi pengawas dan pengatur dengan berpedoman keselamatan rakyat; (2) Semakin besarnya perusahaan dan semakin banyaknya jumlah orang yang menggantungkan dasar hidupnya karena semakin besar mestinya persertaan pemerintah;(3) Tanah … haruslah di bawah kekuasaan negara; dan (4) Perusahaan tambang yang besar … dijalankan sebagai usaha negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Pasal 33 menurut MK&lt;br /&gt;Penafsiran mengenai konsep penguasaan negara di Pasal 33 UUD 1945 juga dapat dilihat dalam Putusan MK mengenai kasus-kasus pengujian undang-undang terkait dengan sumber daya alam. Mahkamah dalam pertimbangan hukum Putusan Perkara UU Migas, UU Ketenagalistrikan, dan UU Sumber Daya Air (UU SDA) menafsirkan mengenai “hak menguasai negara (HMN)” bukan dalam makna negara memiliki, tetapi dalam pengertian bahwa negara hanya merumuskan kebijakan (beleid), melakukan pengaturan (regelendaad), melakukan pengurusan (bestuursdaad), melakukan pengelolaan (beheersdaad), dan melakukan pengawasan (toezichthoundendaad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Ekonomi Bung Hatta (1)&lt;br /&gt;Pemikiran ekonomi Mohammad Hatta bertolak belakang dengan mazhab neo-klasik. Menurut Sritua Arief, Hatta adalah seorang ekonom strukturalis. Menurut Hatta, Pasar yang liberal dan sistem Kapitalisme telah menciptakan kesengsaraan masyarakat luas, karena sistem ini hanya dinikmati golongan kecil elit, sementara golongan masyarakat banyak diabaikan atau menurut istilah Hatta "ditindasinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menempatkan pentingnya norma sosial masyarakat, institusi negara, dan faktor-faktor non-ekonomi lainnya dalam pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;Hatta dalam bukunya “krisis ekonomi dan kapitalisme” (1934) menekankan gejala krisis dan konjunktur adalah "penyakit" yang dibawa setelah dunia masuk ke era kapitalisme. Negara-negara yang menggantungkan sepenuhnya pada dunia industri, akan rentan terhadap krisis maupun konjunktur. Karena itu Hatta berkesimpulan bahwa sektor- sektor yang sifatnya tidak membutuhkan modal tinggi seperti industri kecil (Hatta mengungkapkan dengan sektor pertukangan) ataupun pertanian haruslah dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Ekonomi Bung Hatta (2)&lt;br /&gt;Bung Hatta menegaskan perlunya kemandirian ekonomi dengan cara segera merestruktur perekonomian Indonesia, merubah Indonesia dari posisi “export economie” di masa jajahan, yang menempatkan Hindia Belanda sebagai onderneming besar dan penyediaan buruh murah dengan cara-cara eksploitatif, menjadi perekonomian yang mengutamakan peningkatan tenaga beli rakyat dan menghidupkan tenaga produktif rakyat berdasar kolektivisme, yang artinya “sama sejahtera”. (“Ekonomi Indonesia di Masa Datang”, Pidato Wakil Presiden RI tanggal 3 Februari 1946)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta memberikan patokan-patokan bagi hutang luar negeri ( Tracee Baru, Universitas Indonesia, 1967), yaitu “bahwa setiap hutang luar negeri harus secara langsung dikaitkan dengan semangat meningkatkan self-help dan self-reliance, di samping bunga harus rendah, untuk menumbuhkan aktivita ekonomi sendiri. Bantuan luar negeri harus mampu membuat kita bergerak sendiri atas kekuatan sendiri, serta bersifat komplementer … jadi bersifat sementara dan pelengkap Tidak pula atas syarat politik sebagai langkah kembalinya neo-kolonialisme dan kolonialisme ekonomi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan terakhirnya kepada ISEI (sebelum wafatnya) tahun 1979, Mohammad Hatta menyatakan “…Pada masa akhir-akhir ini negara kita masih berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tetapi praktek perekonomian di bawah pengaruh teknokrat kita sekarang menyimpang dari dasar itu ... Politik liberalisme sering dipakai sebagai pedoman, berbagai barang penting bagi kehidupan rakyat tidak menjadi monopoli Pemerintah, tetapi dimonopoli oleh orang-orang Cina...“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:YLBHI Kamis, 26 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-6902348744481918093?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/6902348744481918093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=6902348744481918093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/6902348744481918093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/6902348744481918093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2008/07/bung-hatta-dan-pasal-33-uud-1945.html' title='BUNG HATTA dan PASAL 33 UUD 1945'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-6892743281386255460</id><published>2008-07-03T00:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:23:10.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Tanah Airku'/><title type='text'> Indonesia Tanah Airku,Tanahnya Ngontrak Airnya Beli</title><content type='html'>Nama Indonesia di mata dunia &lt;br /&gt;Akan direstorasi oleh Tuhan Sehingga&lt;br /&gt;Indonesia akan dihormati oleh bangsa&lt;br /&gt;Bangsa di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak adanya kebijakan yang konsisten,sistimatis dan terencana untuk mengembangkan sector agricultural kita sebagai usaha untuk menolong perekonomian nasional maka tingkat kemiskinan yang semakin bertambah. Indonesia pada awal abad 19 adalah  eksportor gula terbesar kedua (setelah kuba) kini berbalik menjadi importer terbesar kedua di dunia!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beras yang merupakan kebutuhan sehari-hari sekarang harus import.hal yang sama  terjadi pada komuditas jagung,kedelai dan buah-buahan seperti pisang,,jeruk,durian,dan mangga.kita seharusnya mencukupi kebutuhan sendiri,dan mengeksportnya,tetapi sekarang produk-produk dari luar justru membanjiri kita, tidak hanya untuk konsumsi hotel,restouran,supermarket tetapi hamper disemua sector.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pertumbuhan pesat  jaringan supermarket internasional di kota-kota besar sejak tahun 1990,,pada tahun 2002,nilai import buah-buahan mencapai 217 juta  US$;sayur mayor 111 US$ dan tanaman hias 0,824 jutaUS$&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah menunjukan tanda-tanda adanya banyak masalah pada aspek-aspek  industrinya,bahkan sebelum krsis moneter. Eksport 4 produk unggulan : kayu lapis,tekstil jadian,dan alas kaki) stagnan selama kurun 1993-1999.Indonesia kini tertinggal jauh oleh para pesaing utama di asia timur dan kehilangan pangsa pasar untuk 20 produk eksport unggulan pada pesaing-pesaing seperti : China,korsel,Malaysia,Filipina,Thailand, dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Indonesia selalu dijelek-jelekan sebagai Negara yang banyak hutangt luar negerinnya,akan tetapi bila ditinjau dari sudut pandang potensi bangsa Indonesia termasuk nrgara yang sangaty kaya raya potensi alamnya. Kekayaan alam Indonesia yang terbesar ketiga di dunia. Seorang ahli ekonomi dunia,Philip Tose pada tahun 1996 bahkan memprediksi bahwa pada tahun 2020 Indoneia berpotensi menjaadi Negara maju dan terkaya nomor 5 di dunia menyamai Prancis (tetapi karena hambatan krisis ekonomi yang tiba-tiba, dibutuhkan 10 tahun lagi untuk mencapai target tersebut,yaitu tahun 2030).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Negara maritim maka laut harus di utamakan karena ¾ wilayahnya merupakan lautan (5,8 juta km persegi). Kemiskinan di pesisir kian tinggi maka sumber daya laut harus diutamakan,bangun kelautan (sea building),industri kelautan (sea industry),jasa kelautan (maritime/ sea service),pertambangan lepas pantai (sea mining),transportasi kelautan (sea transportation),perikanan  air laut dan air payau (sea fishery&amp;freshwater fishery),wisata bahari (underwater vacation). Pada tahun 1998,dari bidang kelautan,produk domitik brutto nasional mencapai 20,06 %. Angka ini cukup signifikan disbanding pertanian (12,62%),pertambangan (4,21%), industri manukfaktur (19,92%) dan jasa (41,12%). Laut adalah masa depan kita semua,sejarah telah membuktikan tentang kerajaan maritime majapahit.secara geopolitik dan geostrategis, posisi Indonesia sangat menguntungkan. Indonesia terletak pada pertemuan dua arus lautan : samudera pasifik dan samudera Hindia,pertemuan dua arus lautan besar menyebabkan perairan Indonesia subur akan plankton dan kaya sumber daya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat!!!&lt;br /&gt;85% wilayah Indonesia rawan bencana&lt;br /&gt;85% terjadi akibat kerusakan lingkungan&lt;br /&gt;Tanpa kebijakan yang etis,&lt;br /&gt;Indonesia BERESIKO BENCANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang Indonesia sebesar Rp 1.200 trilyun&lt;br /&gt;1/3 APBN setiap tahunnya habis untuk membayar cicilan hutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-6892743281386255460?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/6892743281386255460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=6892743281386255460&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/6892743281386255460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/6892743281386255460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2008/07/indonesia-tanah-airku.html' title='&lt;p align=&quot;center&quot;&gt; Indonesia Tanah Airku,&lt;br&gt;Tanahnya Ngontrak Airnya Beli&lt;/p&gt;'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-933408598516514168</id><published>2008-06-10T01:43:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T10:05:13.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ali Bin Abi Thalib;Pendiri Mazhab Cinta'/><title type='text'>Ali Bin Abi Thalib;Pendiri Mazhab Cinta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Georgia;" &gt;Saat searching, saya menemukan tulisan ini dari DR. Jalaluddin Rahmat. Tekanannya pada ajaran cinta yang diajarkan oleh Imam Ali Al-Murtadla as, sangat menarik bagi saya.. selamat membaca..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Georgia;" &gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Georgia;" &gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya manusia yang dilahirkan di bawah naungan Ka’bah adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika ibunya, Fathimah binti Asad, dalam keadaan hamil tua, ia thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada saat itulah, datang tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Abu Thalib lalu membawanya masuk ke dalam Ka’bah dan di tempat itulah Ali bin Abi Thalib lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut satu riwayat, ibunya meminta agar anak yang baru lahir itu diberi nama Haidar, yang berarti singa. Kakek dari arah ibunya bernama Asad, yang juga berarti singa. Tetapi Abu Thalib berkata, “Kita tunggu saja sampai Rasulullah saw datang.” Masih menurut riwayat ini, Ali kecil tidak mau menyusu kepada ibunya sebelum Rasulullah saw datang. Ketika Rasulullah saw tiba, ia mengecup Ali dan Ali pun mengecup Nabi. Rasulullah saw menamainya ‘Ali yang berarti orang yang memiliki ketinggian. ‘Ali adalah salah satu nama Tuhan. Misalnya dalam ayat, “Wa lâ ya’udduhû hifzhuhumâ wa huwal ‘aliyul ‘azhîm.” (QS. Al-Baqarah 255). Sama halnya dengan nama Muhammad, yang juga merupakan nama Tuhan, seperti dalam hadits Qudsi, “Ana Mahmud, wa anta Muhammad. Aku Tuhan adalah Yang Terpuji dan engkau juga adalah yang terpuji,”&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali tumbuh besar bersama Rasulullah saw. Ketika Abu Thalib mengalami kebangkrutan dalam usahanya, ia mengirim putra-putranya ke tempat para saudaranya. Ali bin Abi Thalib diambil oleh Rasulullah saw. Ia dipelihara di dalam keluarga Nabi bersama Sayyidah Khadijah Al-Kubra. Karena Rasulullah saw tidak mempunyai anak laki-laki, Nabi sering memperlakukan Ali bin Abi Thalib sebagai anak laki-lakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasul meninggal dunia, ia sering bercerita bagaimana beliau suka merapatkan tubuhnya kepada tubuh Rasulullah saw. Imam Ali kw berkata bahwa ia masih dapat mengenang harumnya tubuh Rasul yang mulia. Rasul sangat mencintai Ali dan Ali pun sangat mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak pada zaman pemerintahan Muawiyah, Muawiyah menerapkan peraturan yang mengharuskan khatib di setiap akhir khutbahnya untuk melaknat Imam Ali kw. Orang dipaksa untuk menghujat Imam Ali kw. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; seorang sahabat Nabi yang pergi ke mimbar untuk melaknat Imam Ali kw tetapi ia hanya berkata, “Demi Allah, ada tiga hal yang menyebabkan aku tidak mungkin mengutuk Ali bin Abi Thalib. Jika salah satu dari tiga hal itu saja ada pada diriku, itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.” Hal pertama ialah bahwa Rasulullah saw pernah berkata sebelum Perang Khaibar, “Akan kuserahkan bendera kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian setelah itu, bendera diserahkan kepada Imam Ali kw. Lalu sahabat Nabi itu menyebut dua lagi peristiwa penting. Saya kutip hadits itu untuk menyatakan bahwa kecintaan Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib dinyatakan secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah hadits yang diterima keshahihannya oleh seluruh madzhab tetapi ditafsirkan berlainan. Hadits itu bercerita tentang peristiwa pada Haji Wada’, tanggal 18 Dzulhijjah. Ketika Rasulullah saw pulang bersama rombongan hajinya dari Mekkah menuju Madinah, di suatu mata air bernama Khum, Rasulullah saw berhenti. Ia melingkarkan serbannya kepada Imam Ali kw. Nabi mengangkat tangan Ali dan bersabda, “Man kuntu maulâh, fa hâdza ‘Aliyyun maulâh. Siapa yang menjadikan aku sebagai maulanya, hendaknya menjadikan Ali sebagai maulanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penafsiran Ahlu Sunnah, yang dimaksud dengan maulâ di situ artinya adalah kekasih. Barang siapa yang menjadikan Nabi sebagai kekasihnya, hendaknya ia juga menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai kekasihnya. Penafsiran itu tidak salah. Ali adalah seseorang yang sangat dicintai dan dikasihi Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi Perang Khandak, seorang kafir bernama ‘Amr ibn Wud ingin memulai pertempuran dengan mengajak duel. Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat-sahabatnya, “Siapa yang mau melawan ‘Amr ibn Wud?” Semuanya diam, kecuali Ali yang masih sangat muda. Ia berdiri dan berkata, “Saya, Ya Rasul Allah.” “Tidak,” jawab Rasul, “aku cari orang yang lebih tua.” Lalu Rasulullah saw menawarkan lagi kepada para sahabat tetapi tetap tidak ada yang menjawab. Semua orang tahu siapa ‘Amr ibn Wud. Ia adalah jago pedang yang tak terkalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Amr mengancam dari kejauhan, “Katanya kalau kalian mati dalam peperangan, kalian akan masuk surga. Siapa yang bersedia aku antarkan dengan cepat masuk ke surga?” Ancaman itu tidak ada yang menjawab kecuali Ali yang untuk kedua kalinya berdiri. Rasul kembali berkata, “Duduklah kamu sampai aku cari yang lebih tua lagi.” Ketika untuk ketiga kalinya, masih tidak ada yang menjawab seruan itu, Rasulullah saw mengirim Ali bin Abi Thalib. Kepadanya diberikan Pedang Dzulfiqar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ali bin Abi Thalib berangkat, Rasulullah saw menangis dan bersujud di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; peperangan. Rasul berdoa, “Ya Allah, Engkau telah mengambil Abu Ubaidah, Engkau telah mengambil Hamzah dari diriku. Janganlah Kauambil Ali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah duel itu. Suatu pertempuran yang amat dahsyat. Rasulullah saw menggambarkannya sebagai perang antara seluruh keislaman dan seluruh kekafiran. Mungkin yang dimaksud Rasul ialah, sekiranya Imam Ali kw kalah, maka kalahlah Islam secara keseluruhan dan jika Imam Ali kw menang, maka menanglah Islam secara keseluruhan. Atau barangkali yang beliau maksudkan ialah bahwa kepribadian Ali bin Abi Thalib itu mencerminkan seluruh keislaman dan kepribadian ‘Amr ibn Wud itu mencerminkan seluruh kekafiran. Singkat cerita, kita tahu akhirnya Sayidina Ali yang memenangkan pertempuran. Ketika ia kembali, Rasulullah saw menciuminya dengan berurai air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu saat Imam Ali kw dikirim untuk menaklukan pemberontakan yang tidak bisa ditaklukan oleh para sahabat Nabi yang lain. Ketika Ali pulang dari tugas itu, sambil memeluk Ali, Nabi bersabda, “Kalau aku tidak takut umatku akan memperlakukan kamu seperti orang-orang Kristen memperlakukan Nabi Isa as, akan aku ceritakan kepada mereka sesuatu yang sekiranya jika engkau lewat, orang akan memperebutkan bekas injakan kakimu.” Kemudian Rasulullah saw mengatakan sesuatu kepada Imam Ali kw dalam waktu yang lama. Karena lamanya hal itu, para sahabat bertanya-tanya ihwal apa perbincangan itu. Setelah Imam Ali kw keluar, ia berkata, “Baru saja Rasulullah saw membukakan kepadaku satu bab ilmu pengetahuan. Dan dari satu bab itu dibuka lagi seribu bab ilmu pengetahuan yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw mendidik Imam Ali kw sejak kecil. Jika kita ingin tahu siapa kader Rasulullah saw yang dikaderkan sejak awal, maka itulah Imam Ali kw. Saya sebut sebagai ‘kader’, karena Rasulullah saw benar-benar mempersiapkan Imam Ali kw sejak awal. Rasulullah saw mengajarkan kepadanya satu pelajaran khusus yang tidak diberikan kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Sebagian di antara kita merasa berkeberatan akan hal ini, “Masa Rasulullah saw mengajar dengan pilih kasih. Bukankah salah satu sifat Nabi adalah Al-Tabligh? Jadi, Nabi harus menyampaikan seluruhnya. Masa Nabi menyembunyikan kepada sebagian sahabat dan hanya menyampaikan kepada Ali bin Abi Thalib?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah guru yang baik. Seorang guru yang baik tidak akan mengajarkan seluruh ilmu kepada semua orang. Ilmu itu hanya diajarkan sesuai dengan tingkat pengetahuan orang yang diajar itu. Imam Ali kw sebagaimana diakui oleh para sahabat yang lain adalah orang yang paling tinggi derajat keilmuannya. Karena itulah, tentu saja ada ilmu yang diajarkan kepada Imam Ali kw, yang belum bisa disampaikan kepada sahabat Nabi yang lain yang kualifikasi keilmuannya belum sampai ke situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang ilmu Imam Ali kw ini, Rasulullah saw bersabda, “Ana madînatul ‘ilmi, wa ‘Aliyyun bâbuhâ. Fa man arâdal madînah, fal ya’tihâ min bâbihâ. Akulah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ilmu dan Alilah pintunya. Barang siapa yang mau memasuki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, hendaklah ia datang melalui pintunya.” Hadits ini sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah saw. Nabi mengkaderkan Ali sejak awal dengan maksud untuk mempersiapkannya sebagai pelanjut yang akan meneruskan ajaran Islam sepeninggal Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw meninggal dunia, umur Imam Ali kw masih muda. Sekitar tigapuluh tahunan. Seperti kita ketahui, Ali masuk Islam pada usia yang amat belia, sepuluh tahunan. Imam Ali kw dikenal sebagai orang yang pertama kali masuk Islam. Sebagian orang memperkecil hal ini dengan mengatakan bahwa Ali itu lelaki pertama yang masuk Islam, karena yang pertama kali masuk Islam adalah Sayyidah Khadijah. Belakangan, kenyataan ini diturunkan lagi dengan menyatakan bahwa Ali adalah anak-anak yang pertama masuk Islam, karena laki-laki yang pertama masuk Islam itu adalah Abu Bakar. Malahan ada juga yang masih menurunkan hal ini dengan mengatakan bahwa keislaman Sayidina Ali adalah tidak sah, karena beliau masuk Islam ketika masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-Ciri Mazhab Alawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali kw adalah pemberi ruh suatu mazhab di dalam Islam. Yang saya maksud dengan mazhab adalah cara memahami Islam. Islam itu satu, tetapi bagaimana orang memahami dan mengamalkan ajaran Islam, itu berbeda-beda. Dan itu sudah terjadi sejak zaman Rasulullah saw. Hampir setiap sahabat mendirikan mazhab. Ada Mazhab Umari dari Umar ibn Khattab, Mazhab Abdullah ibn Umar, Mazhab Abdullah ibn Mas’ud, dan Mazhab Abu Hurairah. Setiap sahabat memiliki mazhab sendiri-sendiri disebabkan dalam memahami agama Islam, pendapat mereka berlainan. Karena itulah, amalan yang dikerjakannya pun berlainan. Dalam Ilmu Komunikasi ada yang disebut dengan Teori KAP atau Knowledge, Attitude, dan Performance. Setiap orang mempunyai knowledge atau pengetahuan yang berbeda, yang tidak mungkin sama dengan orang lain. Jika pengetahuan berbeda, maka attitude atau sikap kita pun berbeda. Dan jika sikap berbeda, maka performance atau perilaku pun akan berbeda. Suatu mazhab adalah rangkaian Knowledge, Attitude, dan Performance dari sebuah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia saja, terdapat banyak mazhab. Misalnya saja suatu mazhab melarang orang untuk menangis bila ditinggal mati oleh anggota keluarga atau orang yang dicintainya. Menurut pengetahuan (knowledge) mereka, ada sebuah hadits Nabi yang mengatakan bahwa mayit akan disiksa oleh tangisan keluarganya. Dari situ tumbuhlah sikap (attitude) tidak senang kepada orang-orang yang menangis kalau ditinggal mati dan sikap senang kepada orang-orang yang tidak menangis bila ditinggal mati. Jika seorang isteri tidak meneteskan air mata setitik pun ketika suaminya meninggal dunia, orang akan memujinya, “Hebat, itulah isteri yang sabar dan tabah.” Dari sikap itu timbul perilaku (performance) kita untuk tidak menangis bila kita ditinggal mati. Jadi, kita bisa melihat hubungan antara Knowledge-Attitude-Performance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian mazhab lain berpendapat, mereka memiliki pengetahuan bahwa Rasulullah saw pernah menangis ketika ditinggal mati oleh putranya, Ibrahim. Ibrahim ialah putra Rasul dari Maria Al-Qibthiya yang lahir di Madinah. Rasulullah saw sangat menyayanginya karena Rasul belum pernah mempunyai anak laki-laki. Setiap selesai Shalat Ashar, Rasul selalu menggendong Ibrahim mengelilingi Kota Madinah. Ketika dalam usia yang masih sangat kecil, Ibrahim meninggal dunia. Rasulullah saw menangis. Beliau ditegur sahabatnya, “Ya Rasul Allah, kenapa kau menangis?” Rasulullah saw menjawab, “Inilah tangisan kasih sayang.” Mazhab ini berpengetahuan bahwa menangis ketika ditinggal mati itu dicontohkan Nabi untuk mengungkapkan kasih sayang. Dari hal itu, tumbuh sikap senang jika melihat orang yang menangis ketika ada yang meninggal dunia. Orang itu dilihat sebagai orang yang penuh kasih sayang. Mazhab ini pun menilai bila ada orang yang tidak menangis ketika ditinggal mati, maka orang itu bukanlah orang yang tabah, melainkan orang yang tidak punya kasih sayang. Perilaku yang muncul dari hal ini ialah jika ia ditinggal mati, ia akan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua mazhab di atas sama-sama memahami ajaran Islam. Tetapi pengetahuan-nya berbeda, sikapnya berlainan, sehingga kemudian akhirnya perilakunya pun tidak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Nabi, setiap sahabat memiliki mazhabnya masing-masing. Secara garis besar, kita bisa membaginya ke dalam dua kelompok; kita sebut saja Mazhab Ali bin Abi Thalib (Mazhab Alawi) dan Mazhab Umar bin Khattab (Mazhab Umari). Apa perbedaan kedua mazhab ini? Mazhab Ali ditandai dengan keyakinan bahwa seluruh sunnah Rasulullah saw, baik dalam bidang akidah, ibadah, maupun mualamalah, harus diikuti tanpa kecuali. Menurut Mazhab Ali, Rasulullah saw tidak pernah berijtihad, karena ketentuan Nabi adalah nash. Rasulullah saw tidak pernah berbicara atas hawa nafsunya, melainkan atas wahyu yang diterimanya. Wa mâ yanthiqu ‘anil hawâ in huwa illâ wahyu yûhâ. (QS. Al-Najm 3) Rasulullah saw tidak pernah salah. Oleh karena itu, kita harus mengikuti semua yang diajarkan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Mazhab Umari berpendapat bahwa kita harus mengikuti Rasulullah saw di dalam dua hal saja; urusan akidah dan ibadah. Dalam bidang muamalah atau keduniaan, Rasulullah saw tdiak wajib dipatuhi. Menurut mazhab ini, Rasulullah saw juga suka berijtihad dan kadang-kadang ijtihadnya salah. Oleh sebab itu, tidak perlu kita ikuti ijtihad yang salah. Rasulullah saw sering alpa dan salah. Bahkan Rasulullah saw pernah ditegur Allah swt dan kemudian dibetulkan oleh sahabatnya, seperti dalam peristiwa Perang Badar. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh mazhab ini, ketika perang berkecamuk, terdapat banyak tawanan. Rasulullah saw menginginkan agar tawanan itu dibebaskan dengan sejumlah uang tebusan. Sedangkan Umar bin Khattab menghendaki agar tawanan itu dibunuh saja semua. Akhirnya turun satu wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Rasulullah saw. Malahan Rasulullah saw ditegur Allah swt, “Kamu mencintai dunia, sementara Umar mencintai akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan lebih lanjut membandingkan kedua mazhab ini secara keseluruhan. Saya hanya akan memberikan ciri-ciri khas dari Mazhab Alawi. Ciri yang pertama, Mazhab Alawi menerima seluruh sunah Nabi. Baik dalam hal akidah, ibadah, ataupun muamalah. Tidak ada pemisahan antara urusan dunia dan urusan agama. Tidak ada dalam mazhab ini hadits yang berbunyi, “Antum a’lamu fî umûrî dunyakum. Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” Ciri yang kedua, Mazhab Alawi ialah mazhab yang sangat mencintai persatuan di antara kaum Muslimin. Imam Ali kw sangat mencintai persatuan sehingga ketika ada orang yang berontak kepadanya, ia malah mengirim &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang isinya mengajak mereka untuk berdamai. Bahkan ketika Imam Ali kw pernah hampir memenangkan suatu pertempuran, lawannya mengajak berdamai sehingga Imam Ali kw menghentikan peperangan. Tentu saja, hal ini menimbulkan reaksi dari para pengikutnya sendiri yang hampir memperoleh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan Imam Ali kw terhadap persatuan kaum Muslimin dapat kita lihat dari suatu peristiwa peperangan antara Imam Ali kw dengan sesama umat Islam lagi. Saat itu, ada seseorang yang bingung harus bergabung ke kelompok mana. Karena kedua-duanya adalah kaum Muslimin. Ia bertanya kepada Amar bin Yasir -yang sudah berusia amat tua. Amar berkata, “Kau lihat bendera di sebelah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;? Dahulu di bawah bendera itu, kami berjuang bersama Rasulullah saw untuk membela turunnya Al-Qur’an. Sekarang di bawah bendera itu, kami berjuang untuk membela penafsiran Al-Qur’an. Dahulu kami berperang ‘ala tanzîlil Qur’ân, sekarang kami berperang ‘ala ta’wîlil Qur’ân”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bertanya kepada Imam Ali kw, “Mau Anda sebut apa orang yang memerangi Anda itu?” Seseorang meng-usulkan, “Itulah orang-orang kafir.” Tapi Imam Ali kw menolak, “Tidak, mereka bukan orang kafir. Mereka mengucapkan syahadat dan melakukan shalat.” “Kalau begitu, merekalah orang-orang munafik,” berkata para pengikutnya. “Tidak,” ucap Imam Ali kw, “orang-orang munafik itu sedikit dzikirnya sedangkan mereka banyak dzikirnya.” Orang-orang bingung, “Kalau begitu, bagaimana kami harus memanggil mereka, Ya Amiral Mukminin.” Imam Ali kw menjawab, “Itulah saudara-saudara kita yang berbeda faham dengan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang ketiga, Mazhab Alawi adalah mazhab cinta. Inilah sejenis keberagamaan yang didasarkan kepada cinta. Kita lihat doa-doa Imam Ali kw, doa-doa itu menggambarkan kecintaannya kepada Allah swt. Jika kita belajar Tasawuf, yang keberagamaannya didasarkan pada cinta atau mahabbah, seluruh aliran tarekat dalam Tasawuf itu bermuara pada Imam Ali kw dan keturunannya. Misalnya Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa di dalam Mazhab Alawi dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah swt. Hanya dalam Mazhab Alawi, kecintaan kepada Allah swt mencapai puncaknya. Seperti dalam doa Imam Ali kw yang diajarkan secara khusus kepada muridnya, Kumayl bin Ziyad. Kumayl adalah murid Imam Ali kw yang paling setia. Karena kesetiaannyalah maka doa ini hanya diajarkan kepadanya. Saya akan tutup tulisan ini dengan menampilkan beberapa bait dari Doa Kumayl tersebut yang menunjukkan begitu dalamnya kecintaan mazhab ini kepada Allah swt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhanku, junjunganku, pelindungku, pemeliharaku &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sekiranya aku mampu bersabar menanggung azab-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bagaimana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sekiranya aku mampu bersabar menahan api neraka-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bagaimana mungkin aku mampu bersabar tidak memandang wajah-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bagaimana mungkin aku tinggal di neraka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Padahal harapanku adalah ampunan-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhanku, limpahkanlah kepadaku anugerah-Mu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sayangi aku dengan karunia-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jagalah aku dengan seluruh kasih sayang-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadikan lidahku selalu bergetar menyebut asma-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan hatiku dipenuhi dengan kecintaan kepada-Mu&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-933408598516514168?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/933408598516514168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=933408598516514168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/933408598516514168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/933408598516514168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2008/06/ali-bin-abi-thalibpendiri-mazhab-cinta.html' title='Ali Bin Abi Thalib;Pendiri Mazhab Cinta'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-4946948513181646328</id><published>2008-05-01T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T10:01:38.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eksistensi'/><title type='text'>Eksistensi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam organisme dalam manusia selalu ada kerinduan akan kontinuitas ,sebab dalam totalitas sejarah umat manusia, kita menghitung eksistensi lewat kontinuitas itu, begitulah maka keluarga ingin melanjutkan keturunan,suku ingin melanjutkan adat,dan bangsa ingin melanjutkan undang-undangnya. Dan karena manusia senantiasa memerlukan pengakuan dan penilaian yang terhormat baik dari sesama maupun dari sesuatu yang lain &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seperti diutarakan oleh Albert Camus dalam The Rebel.&lt;/p&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Persaingan elite&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Persaingan elite adalah Sesutu yang wajar dan terjadi di dalam Negara manapun di dunia, di dalam pemerintahan persaingan seringkali terjadi antar kelompok sebenarnya dimanapun selalu akan tumbu pusat-pusat kekuasaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(power centers). Pusat kekuasaan muncul dengan sendirinya karena efektivitas pengambilan pengambilan keputusan dalam jangka panjang pada bidang-bidang tertentu. Ini wajar dan normal terjadi di dalam pemerintahan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tetapi apakah pusat-pusat kekuasaan itu berdiri sendiri?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternyata tidak demikian , sebab di luar kekuasaan itu masih terdapat berbagai kelompok masyarakat yang besar. Peranan mereka selalu harus diperhitungkan dalam kehidupan kenegaraan . dari kelompok-kelompok itu minimal harus dimintakan dukungannya setiap saat . proses kenegaraan juga tampaknya juga tetap berlangsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di luar pusat kekuasaan formal. Kelompok di luar ini bukanlah pusat kekuasaan melainkan pusat pemberian legitimasi kepada pusat kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-4946948513181646328?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/4946948513181646328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=4946948513181646328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/4946948513181646328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/4946948513181646328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2008/05/eksistensi.html' title='Eksistensi'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-8011116425684118845</id><published>2008-04-30T10:31:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T10:06:47.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><title type='text'>Membalas kebencian dengan kasih sayang</title><content type='html'>Salah seorang di antara tokoh besar dalam dunia kesucian adalah orang Mesir yang bernama Dzunnun. Karena ia berasal dari Mesir, maka ia dikenal dengan sebutan Dzunnun Al-Mishri, Dzunnun Si Orang Mesir.&lt;br /&gt;Ketika ia masih hidup, orang-orang tidak mengenalnya sebagai orang yang dekat dengan Allah. Ia malah lebih banyak dicela dan dicemooh orang karena dianggap kafir, ahli bid’ah, dan orang murtad. Ia tidak pernah membalas semua tuduhan itu dengan kemarah-an atau serangan balik. Ia bahkan menunjuk-kan dirinya seakan-akan ia mengakui seluruh celaan itu. Selama ia hidup, orang-orang tidak mengetahui bahwa Dzunnun adalah salah seorang di antara waliyullah, kekasih Allah. Orang mengetahui kedekatannya dengan Tuhan setelah Dzunnun meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Hujwiri, pada malam kematian Dzunnun, tujuh puluh orang bermimpi melihat Rasulullah saw. Dalam mimpi itu, Nabi bersabda, “Aku datang menemui Dzunnun, sang wali Allah.” Sesudah kematian-nya, konon di atas keningnya tertulis: Inilah kekasih Tuhan, yang mati karena mencintai Tuhan, dan dibunuh oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Masih menurut Al-Hujwiri, pada saat penguburan Dzunnun, burung-burung di angkasa berkumpul di atas kerandanya sambil mengembangkan sayap mereka seakan-akan ingin melindungi jenazahnya. Pada saat itulah orang-orang Mesir menyadari kekeliruan mereka dalam memperlakukan Dzunnun selama ini.&lt;br /&gt;Ada banyak kisah tentang Dzunnun dan hampir semua kisah hidupnya itu menjadi pelajaran yang amat berharga. Kisah-kisah itu menjadi petunjuk bagi kita dalam mendekati Allah swt. Di antara kisah-kisah yang dituturkan tentang Dzunnun adalah satu kisah ketika ia berlayar bersama para santrinya dengan sebuah perahu di atas sungai Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pada suatu hari, berlayarlah mereka di sungai Nil. Yang sedang berekreasi di sungai itu bukan hanya orang-orang saleh seperti Dzunnun dan para santrinya, tetapi juga orang-orang yang menggunakan rekreasi sebagai alat untuk melakukan kemaksiatan. Di tengah jalan, bertemulah dua kelompok perahu yang mempunyai “ideologi” yang berbeda itu. Pada perahu yang satu, terdapat Dzunnun, sang kiai, bersama para santrinya. Mereka melantunkan zikir kepada Allah swt. Pada perahu yang lain, ada sekelompok anak muda yang memetik gitar, berhura-hura, berteriak-teriak, dan berperilaku yang menjengkelkan santri-santri Dzunnun.&lt;br /&gt;Karena para santri percaya bahwa doa-doa Dzunnun pasti diijabah, mereka meminta Dzunnun untuk berdoa kepada Allah supaya perahu anak-anak muda itu ditenggelamkan Tuhan jauh ke dasar sungai Nil. Dzunnun lalu mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa: Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberikan orang-orang itu kehidupan yang menyenangkan di dunia ini, beri juga mereka satu kehidupan yang menyenangkan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;Santri-santrinya tercengang. Semula mereka berharap Dzunnun akan mendoakan anak-anak muda yang ugal-ugalan itu agar ditenggelamkan Tuhan karena anak-anak muda itu memandang kehidupan hanya semata-mata kesenangan saja. Tapi aneh bin ajaib, Dzunnun hanya berdoa seperti di atas. Para santri terkejut mendengar doa Dzunnun.&lt;br /&gt;Ketika perahu anak-anak muda itu mendekat, mereka melihat Dzunnun ada di perahu itu. mereka menyesal dan meminta maaf. Entah bagaimana, memandang wajah Dzunnun membawa mereka kepada kesucian. Mereka meremukkan alat-alat musik mereka dan bertaubat kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Waktu itulah Dzunnun memberi pelajaran kepada para santrinya, “Kehidupan yang menyenangkan di akhirat nanti adalah bertaubat di dunia ini. Dengan cara begini, kalian dan mereka puas tanpa merugikan siapa pun.”&lt;br /&gt;Kita tertarik dengan cerita Dzunnun ini. Kita terbiasa untuk menaruh dendam kepada orang-orang di sekitar kita. Seringkali setelah kita menjalani kehidupan yang baik, kita jengkel kepada orang-orang yang kita anggap buruk. Ketika ada orang yang memperlakukan kita dengan jelek, kita berharap bahwa kita bisa membalas kejelekan itu dengan kejelekan kita lagi. Untuk itu kita sering menutup-nutupinya dengan berkata, “Supaya ini jadi pelajaran bagi mereka.”&lt;br /&gt;Dzunnun melanjutkan tradisi para rasul Tuhan yang mengajarkan kepada kita untuk membalas kejelekan yang dilakukan orang lain dengan kebaikan. Bayangkanlah ketika Anda berdoa supaya saingan Anda hancur, agar musuh Anda binasa, Anda akan memperoleh satu manfaat saja: Kepuasan hati karena hancurnya saingan Anda. Tapi ketika Anda berdoa: Ya Allah, ubahlah kebencian musuh-musuhku menjadi kasih sayang, Anda akan mendatangkan manfaat kepada semua orang. Sama seperti doa Dzunnun Al-Mishri.&lt;br /&gt;Dahulu, Nabi Isa as beserta murid-muridnya lewat di depan rombongan pemuda yang ugal-ugalan juga. Mereka bukan saja melakukan tindakan-tindakan maksiat ketika kelompok Nabi Isa datang, mereka juga malah melemparkan batu ke arah Nabi Isa. Nabi Isa berhenti dan memandang mereka untuk kemudian mendoakan kebaikan bagi mereka.&lt;br /&gt;Murid-muridnya bertanya, “Mereka melempari batu ke arahmu tapi mengapa engkau malah membalas dengan doa yang baik?” Nabi Isa menjawab, “Itulah bedanya kita dengan mereka. Mereka kirimkan kepada kita keburukan dan kita kirimkan kepada mereka kebaikan.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw dilempari orang di Thaif ketika beliau mengajak mereka kepada Islam sampai kakinya berlumuran darah. Ketika malaikat datang kepadanya menawarkan untuk menimpakan gunung di atas orang-orang yang menyerangnya, Nabi hanya berkata: Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti.&lt;br /&gt;Dzunnun Al-Mishri mengajari kita tradisi para nabi dan orang-orang saleh; membalas kejelekan dengan kebaikan. Jadilah kita seperti pohon Mangga di tepi jalan, yang dilempari orang dengan batu tetapi ia mengirimkan kepada si pelempar itu, buah yang telah ranum. Ahsin kamâ ahsanallâhu ilaik, berbuatlah baik sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.&lt;br /&gt;Di antara perbuatan baik yang sangat tinggi nilainya adalah membalas keburukan orang kepada kita dengan kebaikan. Ini bukanlah suatu hal yang mustahil, melainkan ini adalah ajaran kesucian yang akan membawa kita lebih dekat kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-8011116425684118845?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/8011116425684118845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=8011116425684118845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/8011116425684118845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/8011116425684118845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2008/04/membalas-kebencian-dengan-kasih-sayang.html' title='Membalas kebencian dengan kasih sayang'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2216890698381702403.post-7622476122345800629</id><published>2008-04-13T09:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:01:15.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Pedagogis Paulo Freire Dan Masa Depan Pendidikan kita'/><title type='text'>Nilai Pedagogis Paulo Freire Dan Masa Depan Pendidikan kita</title><content type='html'>Pendidikan di Indonesia nampaknya sudah tidak berhasil ditinjau dari aspek pedagogis. Dunia pendidikan sekarang dinilai kering dari aspek pedagogis, dan sekolah nampak lebih mekanis sehingga seorang anak sekolah cenderung kerdil karena tidak mempunyai dunianya sendiri. Untuk itu, diperlukan adanya satu upaya baru dalam menjalankan proses belajar mengajar. Baru, dalam pengertian berbeda dari yang selama ini melembaga dalam duni pendidikan kita. Salah satu metode pendidikan yang dinilai tepat dijalankan di dunia ketiga adalah konsep pendidikan Paulo Freire yang menganggap bahwa pendidikan merupakan proses pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Paulo Freire?&lt;br /&gt;Paulo Freire dilahirkan 1921 di Recife, salah satu daerah paling miskin dan terbelakang di timur laut Brazil lewat karya pendidikannya dapat kita sebut sebagai bahwa pikirannya mewakili jawaban dari sebuah pikiran kreatif dan hati nurani yang peka akan kesengsaraan dan penderitaan luar biasa kaum tertindas di sekitarnya . Kondisi ketertindasannya di Recife tersebut cukup menggambarkan pola keumuman praktek pendidikan di dunia ketiga, termasuk di Indonesia. Disanalah tumbuhnya kebudayaan bisu dikalangan orang-orang yang tertindas. Lebih jauh Paulo Freire mengungkapkan bahwa proses pendidikan - dalam hal ini hubungan guru-murid - di semua tingkatan identik dengan watak bercerita. Murid lebih menyerupai bejana-bejana yang akan dituangkan air (ilmu) oleh gurunya. Karenanya, pendidikan seperti ini menjadi sebuah kegiatan menabung. Murid sebagai “celengan” dan guru sebagai “penabung”. Secara lebih spesifik, Freire menguraikan beberapa ciri dari pendidikan yang disebutnya model pendidikan “gaya bank” tersebut.&lt;br /&gt;• Guru mengajar, murid diajar.&lt;br /&gt;• Guru mengetahui segala sesuatu, murid tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;• Guru berpikir, murid dipikirkan.&lt;br /&gt;• Guru bercerita, murid mendengarkan.&lt;br /&gt;• Guru menentukan peraturan, murid diatur.&lt;br /&gt;• Guru memilih dan memaksakan pilihannya, murid menyetujui.&lt;br /&gt;• Guru berbuat, murid membayangkan dirinya berbuat melalui perbuatan gurunya.&lt;br /&gt;• Guru memilih bahan dan ini pelajaran, murid (tanpa diminta pendapatnya) menyesuaikan diri dengan pelajaran itu.&lt;br /&gt;• Guru mencampuradukan kewenangan ilmu pengetahuan dan kewenangan jabatannya, yang ia lakukan untuk menghalangi kebebasan murid.&lt;br /&gt;• Guru adalah subyek dalam proses belajar, murid adalah obyek belaka.&lt;br /&gt;Sebagai jawaban atas pendidikan gaya bank tersebut, Freire menawarkan bahwa sesungguhnya pendidikan semestinya dilakukan secara dialogis. Proses dialogis ini merupakan satu metode yang masuk dalam agenda besar pendidikan Paulo Freire yang disebutnya sebagai proses penyadaran (konsientisasi). Menurutnya, konsientisasi merupakan proses kemanusiaan yang ekslusif.&lt;br /&gt;Pendidikan Kita Anti Realitas&lt;br /&gt;Potret buram pendidikan kita berawal dari hal yang sesungguhnya sangat fundamental. Pendidikan kita tidaklah berangkat dari satu realitas masyarakat didalamnya, bahkan dapat dikatakan jauh dari realitas. Sebagai contoh, realitas kehidupan kita sebagian besar ada di pedesaan dan bekerja di ladang pertanian. Tetapi, kenyataan tersebut tidak digarap dengan baik di setiap jenjang pendidikan kita, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan riset. Contoh lainnya dapat kita cermati dalam pendidikan agama di persekolahan.&lt;br /&gt;Pendidikan agama diajarkan secara antirealitas. Padahal pluralitas kehidupan beragama kita merupakan realitas yang tidak perlu dipungkiri lagi. Pendidikan agama masih diajarkan sebagai bagian dari usaha seseorang untuk memonopoli Tuhan dan kebenaran, dan dengan sendirinya menghakimi orang lain yang berbeda agama dengannya. Akibatnya, realitas kehidupan beragama kita kurang berfungsi sebagai pengikat persaudaraan dan membantu menumbuhkan kearifan dan sikap rendah hati untuk saling menghormati dan saling memahami perbedaan yang ada. Pada akhirnya, pluralitas kehidupan beragama lebih cenderung menjadi penyebab konflik yang tak habis-habisnya.&lt;br /&gt;Relitas ekonomi masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih berada dalam kategori miskin dan terbelakang tidak pula dijadikan bahan pijakan untuk menentukan sistem pendidikan di Indonesia. Sekolah sekarang lebih mirip sebagai industri kapitalis daripada sebagai pengemban misi sosial kemanusiaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara untuk sekolah tinggi (baca pendidikan tinggi/perguruan tinggi), suatu ketika Menteri Pendidikan Nasional, Malik Fajar, mengemukakan bahwa perkembangan perguruan tinggi negeri (PTN) akhir-akhir ini lebih mirip toko kelontong. PTN kini kian mengecil dan berkeping-keping dengan membuka sekaligus menawarkan aneka program studi jangka pendek dan program ekstensi. Tujuannya jelas, penjualan kelontong itu lebih berorientasi profit (mengejar keuntungan materi) ketimbang pengembangan ilmu.&lt;br /&gt;Fungsi sekolah masa lalu yang mengemban misi agung sebagai pencerdas kehidupan bangsa, kini tak ubahnya lahan bisnis untuk memperoleh keuntungan. Akibatnya, hanya kelompok elit sosial-lah yang yang mendapatkan pendidikan cukup baik. Kaum miskin menjadi kaum marjinal secara terus-menerus. Merekalah yang disebut Paulo Freire sebagai “korban penindasan”. Proses penindasan yang sudah mewabah dalam berbagai bidang kehidupan semakin mendapat legitimasi lewat sistem dan metode pendidikan yang paternalistik, murid sebagai obyek pendidikan, intruksisional dan anti dialog. Dengan demikian, pendidikan pada kenyataannya tidak lain daripada proses pembenaran dari praktek-praktek yang melembaga. Secara ekstrim Freire menyebutkan bahwa sekolah tidak lebih dari penjinakan. Digiring kearah ketaatan bisu, dipaksa diam dan keharusannya memahami realitas diri dan dunianya sebagai kaum yang tertindas. Bagi kelompok elit sosial, kesadaran golongan tertindas membahayakan keseimbangan struktur masyarakat hierarkis piramidal.&lt;br /&gt;Metode Dialog : Hadap Masalah&lt;br /&gt;Karena penyebab tidak berhasilnya pendidikan kita sebagai akibat dari penerapan metode pendidikan konvensional, anti dialog, proses penjinakan, pewarisan pengetahuan, dan tidak berumber pada satu realitas masyarakat, maka kini tiba saatnya kita untuk merefleksikannya. Mau tidak mau, pendidikan kini harus berangkat dari proses dialogis antar sesama subyek pendidikan. Dialog yang lahir sebagai buah dari pemikiran kritis sebagai refleksi atas realitas. Hanya dialoglah yang menuntut pemikiran kritis dan melahirkan komunikasi. Tanpa komunikasi tidak akan mungkin ada pendidikan sejati. Sebagai respon atas praktek pendidikan anti realitas, Freire mengharuskan bahwa pendidikan harus diarahkan pada proses hadap masalah. Titik tolak penyusunan program pendidikan atau politik harus beranjak dari kekinian, eksistensial, dan konkrit yang mencerminkan aspirasi-aspirasi rakyat. Program tersebut diharapkan akan merangsang kesadaran rakyat dalam menghadapi tema-tema realitas kehidupan. Hal ini sejalan dengan tujuan pembebasan dari pendidikan dialogis. Pendidikan yang membebaskan, menurut Freire, agar manusia merasa sebagai tuan bagi pemikirannya sendiri.&lt;br /&gt;Secara umum praktek pendidikan sebagai mana yang lazim disebut sebagai metode-nilai pedagogis dapat kita rangkum dalam dua kata tadi, dialog dan hadap masalah. Entahpun pengembangan lainnya tentu saja dapat kita lakukan seiring kondisi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Pendidikan Indonesia Masa Depan&lt;br /&gt;Ketika memimpikan tentang pendidikan masa depan kita tidak dapat melepaskan sejarah masa lalu dan realitas yang melingkupi sekarang. Sejarah mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap pendidikan. Hal ini berarti, perkembangan pendidikan merupakan fungsi perkembangan sejarah masyarakat. Pramoedya Ananta Toer mengemukakan bahwa keengganan kita belajar dari sejarah telah mengakibatkan kita menuai kegagalan sebagai bangsa disaat ini.&lt;br /&gt;Beberapa penyebab diantaranya telah kita simak pada bagian terdahulu. Maka, pendidikan untuk masa depan haruslah mengindikasikan agar dunia pendidikan kita dibebaskan dari suasana bisnis, agen perpanjangan kapitalisme gaya baru : kapitalisme pendidikan. Kurikulum pendidikan juga sudah saatnya berangkat dari sebuah realitas masyarakat, penataan kembali pendidikan agama, penanaman demokrasi dan menumbuhkan pemikiran kritis. Karena tujuan pendidikan juga bukan hanya kognitif semata, maka tinjauan apektif harus pula dijadikan bahan acuan dalam menjalankan proses pendidikan. Pendidikan harus berangkat dan memupuk keterampilan sosial (sosial skills) dan keterampilan hidup (life skills).&lt;br /&gt;Potret pendidikan kita dimasa depan adalah tergantung dari sekarang. Rancangan Undang Undang Sitem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang sampai saat ini tetap menjadi polemik, mudah-mudahan dapat menjawab permasalahan pendidikan kita. Semoga, tidak ada lagi pertanyaan yang menggugat eksistensi lembaga pendidikan seperti yang diungkapkan Roem Topatimasang, “Jika sekarang banyak orang berwatak dan bersikap ’setengah manusia, seperempat binatang, dan seperempat lagi setan’, merupakan hasil bentukan sekolah (baca : pendidikan, penulis)”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2216890698381702403-7622476122345800629?l=mssatriawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mssatriawan.blogspot.com/feeds/7622476122345800629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2216890698381702403&amp;postID=7622476122345800629&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/7622476122345800629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2216890698381702403/posts/default/7622476122345800629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mssatriawan.blogspot.com/2008/04/nilai-pedagogis-paulo-freire-dan-masa.html' title='Nilai Pedagogis Paulo Freire Dan Masa Depan Pendidikan kita'/><author><name>ms satriawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13987364130903067643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
